­

Farmakokinetika Klinik (CASE)

by - April 24, 2019

CASE I
Seorang anak lelaki berusia 5 th, berat 45 kg, tinggi 125 cm, mengalami sepsis. Kadar kreatinin serum 0,7 mg/dL (65 µmol/L). Terapi empirik antibiotik yang akan diperoleh adalah vankomisin dan meropenem.

ANSWER I
Answer


Usia anak lelaki 5 tahun memiliki BB ideal 14-24 kg dengan TB 100-119 cm. Dilihat dari kasus tersebut pasien memiliki kelebihan berat badan.
_

Sepsis terjadi ketika bahan kimia yang dilepaskan didalam aliran darah untuk melawan infeksi memicu peradangan diseluruh tubuh. Sepsis dapat merusak sistem organ, kegagalan organ, dan kematian. Sepsis adalah komplikasi berbaya akibat infeksi. Infeksi dapat berupa bakteri, virus, atau jamur. 

Pada saat terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh akan aktif untuk melawan penyebab infeksi. Sepsis muncul ketika sistem kekebalan tubuh ini melawan infeksi secara tidak terkendali. Perawatan sepsis membutuhkan antibiotik dan cairan infus.

Beberapa studi memperlihatkan mikroorganisme penyebab infeksi sepsis tersering adalah Staphylococcus. Klik.
_

Kreatinin adalah produk limbah kimia yang berada dalam darah, limbah ini kemudian disaring oleh ginjal dan dibuang ke dalam urin. Kreatinin merupakan produk sampingan dari kontraksi otot normal, dimana kreatinin terbuat dari creatine yang merupakan pemasok energi untuk otot.

Creatine adalah asam amino yang diproduksi oleh hati, pankreas dan ginjal. Creatine bisa juga diperoleh dari luar tubuh (ikan dan daging). Creatine merupakan sumber ATP. Ketika otot beristirahat ATP ini tidak dipakai, tetapi ketika otot berkontraksi maka ATP (creatinine) ini terpakai.

Wanita memiliki kadar kreatinin lebih rendah dari pria karena wanita memiliki jaringan otot yang lebih sedikit dari pria. Wanita 0,5 - 1,1 mg/dL. Pria 0,6 - 1,2 mg/dL.

Kadar kreatinin darah itu konstan karena massa otot juga konstan. Namun, penggunaan obat tertentu, makan daging atau banyak latihan otot dapat menyebabkan kadar kreatinin naik. Sebaliknya, kreatinin bisa menurun pada lansia, orang kekurangan gizi atau vegetarian.

Pemeriksaan kreatinin.
1. Kreatinin serum (Sampel: Darah. Satuan: mg/dL)
2. Kreatinin Klirens/ Ccr/ CrCl (Sampel: Darah & Urin. Satuan: mm/menit)
3. Blood Urea Nitrogen/ BUN (Sampel: Darah. Satuan: mg/dL)
_
Empiris

Penggunaan antibiotik pada terapi empiris dimaksudkan untuk penggunaan antibiotik pada kasus infeksi yang belum diketahui jenis bakterinya. Jangka waktu pemberian antibiotik empiris yaitu 48-72 jam. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologis, kondisi klinis pasien, dan data penunjang lainnya. Klik.

Lamanya pemberian antibiotik empiris adalah dalam jangka waktu 48-72 jam. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologis dan kondisi klinis pasien serta data penunjang lainnya. Klik.
_

Vankomisin adalah golongan glikopeptida.
Vankomisin merupakan antibiotik yang bersifat bakterisidal terhadap staphylococcus. Klik
Vankomisin harus diberikan secara intravena untuk terapi sistemik karena tidak diserap baik oleh usus.
Bakterisidal, membunuh bakteri.
Spektrum sempit.

Vankomisin merupakan antibiotik lini ketiga yang terutama aktif terhadap bakteri Gram-positif. Vankomisin hanya diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh S. aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA). Semua basil Gram-negatif dan mikobakteria resisten terhadap vankomisin. Vankomisin diberikan secara intravena, dengan waktu paruh sekitar 6 jam (Kemenkes, 2011). 


Vankomisin dapat diberikan dengan cara infus intravena intermiten selama 60 menit dengan konsentrasi akhir tidak melebihi 5 mg/Ml, jika timbul ruam makulopapular pada wajah, leher, tubuh, dan ekstremitas atas, perlambat kecepatan infus selama 90−120 menit dan tingkatkan volume pengenceran, reaksi umumnya berkurang dalam 30−60 menit, berikan antihistamin sesaat sebelum pemberian obat untuk mencegah atau meminimalkan reaksi (IDAI, 2012).


pionas
Dosis.
Oral, 125 mg tiap 6 jam selama 7-10 hari, untuk kolitis pseudo membranosa. Anak diatas 5 tahun, 5 mg/kg bb tiap 6 jam.

Injeksi intravena: 500 mg selama 60 menit atau lebih, tiap 6 jam; atau 1 g selam 100 menit tiap 12 jam. NEONATUS sampai 1minggu, dosis awal 15 mg/kg bb dilanjutkan 10 mg/kg bb tiap 12 jam. BAYI 1-4 minggu, mula-mula 15 mg/kg bb dilanjutkan dengan 10 mg/kg bb tiap 8 jam. Di atas 1 bulan, 10 mg/kg bb tiap 8 jam.
_

Meropenem adalah golongan karbapenem (beta-laktam).
Spektrum luas.

Karbapenem merupakan antibiotik lini ketiga yang mempunyai aktivitas antibiotik yang lebih luas daripada sebagian besar beta-laktam lainnya. Spektrum dengan aktivitas menghambat sebagian besar Gram-positif, Gram negatif, dan anaerob (Kemenkes, 2011). 

Obat ini menunjukkan peranan dalam terapi empirik karena obat ini aktif terhadap organisme gram positif penghasil penisilinase dan organisme gram negatif, anaerob dan Pseudomonas aeruginosa , meskipun strain pseudomunas lainnya resisten (Mycek et al, 2001). 

Obat yang termasuk karbapenem adalah meropenem. 
Antibiotik ini diindikasikan pada pasien dengan infeksi berat oleh kuman gram negatif yang resisten terhadap antibiotik turunan penisilin dan sefalosporin generasi ketiga serta resisten terhadap bakteri yang memproduksi extended spectrum beta lactamase (ESBL). Antibiotik ini dikontraindikasikan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan riwayat kejang. Dosis yang diberikan untuk infeksi standar adalah IV 20 mg/kgBB/dosis, sedangkan untuk infeksi berat adalah IV 40 mg/kgBB/dosis pada meningitis yang disebabkan Pseusomonas sp (IDAI, 2012)
_



































You May Also Like

0 coment�rios

Diberdayakan oleh Blogger.